1) Betapapun miripnya dia dengan mantanmu, perlakukanlah dia sebagai pribadi unik yang lain dari yang lain.
(Bagaimanapun, pasti ada bedanya.) Jika dia menganggap bahwa dia
hanyalah “photocopy” mantanmu di hatimu, maka dia akan enggan untuk
meningkatkan kadar hubungan kalian.
2) Kasusmu dengan mantanmu barangkali berpengaruh besar pada dirimu
hingga kini, sehingga pada kasus yang sekarang, kamu ingin segera ada
kepastian dari dia, apakah dia mencintaimu ataukah menganggapmu sebagai
adik “saja”. Namun, mungkin inilah salah satu perbedaan penting antara
dia dan mantanmu. Tidak seperti mantanmu yang suka ambil keputusan
“secepat kilat”, dia tampaknya cenderung banyak pertimbangan.
3) Sebelum ada kepastian, anggaplah bahwa dia memandangmu sebagai adik saja. Namun, berbesar hatilah. Cinta sejati membutuhkan proses, melewati tahap demi tahap. (Lihat halaman Siap Menikah.)
Cinta itu dapat berkembang dari waktu ke waktu. Kalau pun sekarang dia
“hanya” menganggapmu sebagai adik, bersyukurlah karena hal itu merupakan
modal besar untuk meningkatkan kadar hubungan kalian.
4) Kalau memang sebenarnya dia sudah tahu bahwa kau mencintainya, itu
pun merupakan modal berharga untuk meningkatkan kadar hubungan kalian.
Sebab, dengan demikian kau tak terbebani untuk “jaim” (jaga image). Kau dapat secara lepas (terbuka) menaruh perhatian kepadanya dan mengemukakan berbagai pikiran atau perasaanmu kepadanya secara bertahap. Keterbukaan dan kebertahapanmu itu akan membuat dia merasa nyaman.
Akhirnya, ketika dia sudah merasa nyaman dengan kehadiranmu di dekatnya, insya’Allah tumbuh mekarlah rasa cintanya kepadamu.